There was an error in this gadget

Friday, February 4, 2011

Love Ya!!! chapter 8

Love Ya!!!
oleh Imah Hyun Ae

Chapter 8
Kata-kata Indah

~Ima~
Langit masih penuh dengan awan, tapi gerbang berwarna kuning dan merah bata itu tetap saja berdiri angkuh menghalangi para siswa yang terlambat di luar sana. Keadaan yang sama dengan hari sabtu sebelumnya. Mungkin siswanya agak malas masuk hari ini lantaran hari sabtu ini hari khusus untuk siswa menyalurkan minat dan hobinya. Lebih tepatnya hari khusus untuk ektrakurikuler.
Ada banyak bidang ditawarkan pada hari ini, yaitu: semua pelajaran UN, komputer, debat bahasa inggris, kelas bahasa Jerman, kelas tari, drama, sepak bola, volley, basket, tennis, dan kepenulisan. Tapi, kalau ada remedial di hari ini, maka diwajibkan mengikuti remedial. Karena kadang-kadang, hari ini juga digunakan untuk meremedial siswa yang nilainya rendah.
Kulihat dua belas siswa sedang diceramahi Bu Eni, guru yang paling hobi melakukan hal itu di SMA ini.
Perlahan aku melewati selasar. Lapangan upacara menyambutku. Kali ini bukan rumput hijau yang kulihat. Lapangan ini sudah berganti dengan warna abu-abu yang tidak terlalu memikat hati.
Aku berbelok ke ruang kantor dan duduk di bangkuku. Mengambil beberapa buku tulis yang kuperlukan untuk kelas ektrakurikuler yang kupegang.
Murid yang ada di kelas yang kupegang ini ada 11 orang. Jumlah yang sedikit tapi ini jauh lebih baik. Tujuh di antaranya siswa-siswi kelas XI dan empat lagi siswa-siswi kelas X. Siswa kelas XII diwajibkan mengambil salah-satu mata pelajaran UN sebagai ektrakurikuler mereka. Terutama mata pelajaran yang kurang mereka kuasai.
Dengan langkah pasti aku menuju kelas X-E yang ada di ujung kiri bangunan sekolah.
“Pagi semua!!!” sapaku girang.
“Pagi, Kak!!!” sahut muridku dengan senyum senang. Dan aku sengaja meminta mereka memanggilku ‘kakak’ untuk kelas ini. Karena aku merasa masih belum pantas dipanggil guru walau sudah setahun memegang kelas kepenulisan ini.
Aku menaruh buku dan berdiri di depan mereka, bersandar pada meja. Kusapukan pandanganku ke seluruh penjuru kelas. “Senang rasanya kalian semua hadir lagi di kelas ini.”
Sebelas siswa-siswiku ini tersenyum lebar.
“Bagaimana dengan tugas yang Kakak beri? Sudah kalian kerjakan?”
“Belum!!” sahut seorang siswi berponi dengan rambut sebahu.
“Kok belum, An?” tanyaku pada siswi itu.
“Bingung mengembangkannya seperti apa, Kak.” Jelas Anna lagi.
Minggu kemarin aku memberi tugas pada mereka untuk mencari kata-kata indah di lagu yang mereka suka. Lalu mengembangkannya menjadi sebuah cerita pendek dengan imajinasi mereka sendiri. Minimal hanya selembar kertas. Kalau bisa sih lagunya lagu korea. Karena aku sangat menyukai lirik lagu dari Negara gingseng itu, hihihi….
Kupandangi penghuni kelas kepenulisan satu per satu.
“Tapi, sudah dapat kata-kata indah itu, kan?”
“Sudah…” koor mereka serempak.
Aku tersenyum melihat mereka yang seperti itu. “Baiklah. Coba sebutkan judul lagu dan siapa penyanyinya. Lalu sampaikan pada yang lain apa maksud dari keseluruhan lagu itu, dan setelah itu baru katakana kata-kata yang indah di lagu itu!” pintaku semangat.
“Hmm… biar adil, Kakak duluan, deh.” Semua mengangguk semangat. Tampak mereka antusias sekali.
Senyumku kian lebar. “Banyak lagu yang Kakak sukai sebenarnya. Tapi, yang lagi Kakak suka saat ini adalah Can’t Let You Go Even If I Die. Kalau dalam bahasa korea judulnya Jugodo Mot Bonae. Lagu ini dinyanyikan oleh grup 2AM dan menceritakan tentang seorang laki-laki yang diputus kekasihnya. Tapi si laki-laki itu tidak mau. Meskipun dia mati dia tetap tidak ingin putus. Kata-kata yang indah di lagu itu menurut Kakak adalah ‘Jika kau begitu ingin pergi, bohongi saja aku. Bilang kita akan bertemu besok. Senyumlah dan bilang sampai jumpa’.”
Rita, gadis berambut kuncir kuda, mengangkat tangannya. “Bisa Kakak nyayikan? Rasanya pernah dengar.”
Aku menggeleng. “Suara Kakak jelek. Dengarkan dari HP saja ya?” kukeluarkan HPku dan memainkan lagu tersebut. Kudapati mata mereka berbinar.
“Wow…” desis Angga, siswa berwajah oriental yang selalu terlihat stylist.
“Bagus kan?” aku meminta pembenaran dari mereka.
Semuanya tersenyum dan mengangguk mantap.
“Baiklah… sekarang giliran kalian. Hm, mulai dari siapa ya….” Kulihat mereka yang tampak gugup. Hanya satu anak yang antusias ingin ditunjuk. Annisa.
“Ya sudah. Kamu Annisa…”
Anak itu tersenyum lebar. “Judul lagunya After Love dari band FT. Island. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang dibohongi kekasihnya. Dia percaya dengan cinta kekasihnya tapi ternyata semua itu dusta. Namun, meski didustai seperti itu, dia tetap bersedia menunggu kekasihnya. Berharap suatu saat kekasihnya kembali lagi padanya.”
Aku mengangguk cepat. Tahu benar lagu itu lagu yang mana.
“Kalimat yang indah menurutku, ‘Kau mengambil seluruh hatiku, mengambil semua cintaku, bahkan sesudah kau pergi meninggalkanku’.”
Aku bertepuk tangan. “Itu salah satu lagu yang kakak suka. Nah, berdasarkan inti cerita dan kalimat indah itu, kamu bisa berimajinasi. Sesuka kamu. Bayangkan kenapa kekasihnya bisa berdusta. Bayangkan kenapa seseorang itu begitu setia. Ungkapkan saja dengan bahasa kalian. Jangan memikirkan jelek atau lainnya. Yang paling penting, tulis saja apa yang ingin kalian tulis. Paham?”
Mereka mengangguk. Ada beberapa yang masih tampak ragu. “Jangan pernah ragu dengan imajinasi kalian. Okay?”
Mereka mengangguk lagi.
“Baik. Sekarang, coba kamu, Angga.”
“Mm… judul lagunya If Tomorrow Never Comes oleh boyband Boyzone. Menceritakan tentang laki-laki yang jatuh cinta pada seorang wanita. Jika esok hari tak ada akankah orang yang dicintainya tahu perasaannya. Kalimat yang kusuka ‘She is my only love’.”
Aku tersenyum melihat dia mengakhiri pendapatnya tentang lagu itu.
Aku menunjuk sosok di pojok sana, Rina.
“Lagu yang kusuka adalah lagu ‘Marry You’ dari Super Junior. Lagu ini menceritakan seorang laki-laki yang ingin menikahi gadis yang dicintainya. Meski sulit, ia ingin tetap menjaga kekasih hatinya itu. Ia tahu, cintanya kurang cukup, tapi ia akan berusaha menjaga cintanya yang kurang itu. Kata-kata yang indah di lagu itu adalah ‘Sembari mencintaimu meskipun turun hujan dan salju, aku akan menjagamu’.”
“Whoa…” Lagi-lagi salah satu lagu yang kusuka.
“Sekarang, coba kamu Yoga.” Kutunjuk siswi kelas satu yang adem ayem di depanku ini. Dia sedikit gugup ketika kutunjuk. Kulihat tangannya bergetar.
“Lagu ‘Kesendirianku’ dari G2. Lagunya bercerita tentang laki-laki yang sangat mencintai seorang gadis. Lalu suatu hari gadis itu pergi untuk selama-lamanya dari dunianya. ‘Bila harus terpisah, dan tak akan kembali, biar cinta hidupku berahir selamanya…’.”
Kuberikan senyum lembut padanya. “Hm… sekarang giliran siapa lagi ya…”
Banyak yang mengangkat tangan.
“Coba kamu, Siska…” pintaku.
Anak berkaca mata itu pun memulai…

TBC

comment please... ^^

No comments:

Post a Comment