There was an error in this gadget

Friday, June 4, 2010

FF: Memories Wihout A Name -chapter 4-

O.o sudah mendekati akhir cerita. Bagaimana? Perasaan di mv apakah berhasil kugambarkan dengan baik? Semoga saja Y.Y


Chapter 4
Where is Hyun Ae??

-Jung Min POV-

Perlahan aku membuka mataku. Buram. Samar kudengar bunyi alat penunjuk detak jantung.
Aku mengerjapkan mataku. Beberapa detik kemudian barulah terlihat dengan jelas di mana aku sekarang. Aku melihat sekeliling. Tak kudapati Hyun Ae di sisiku.
Ah, dia juga terluka, batinku.
Waktu seakan berhenti ketika aku teringat. Ketika aku setengah sadar di jalanan hari itu, beberapa saat setelah tembakan mengenai kami. Satu sosok berjalan mendekat. Kemudian mengangkat tubuh Hyun Ae. Menjauh dariku.
Siapa laki-laki itu??
Pintu terbuka. Hyung Joon, sahabatku, tampak terkejut melihat aku yang sudah siuman.
”Sebentar, aku panggilkan dokter.” katanya lalu pergi. Tapi aku menahan langkahnya dengan menanyakan Hyun Ae.
”Apakah... kau tahu... di mana... Hyun Ae... sekarang..?” tanyaku lirih.
Ia berbalik. Menatapku sesaat. ”Kami sedang menyelidikinya hyung (abang).”
”Apa kau tahu, Hyun Ae... dia.. seorang laki-laki membawanya saat kami terluka.”
Hyung Joon mengangguk. ”Tenanglah... Kalau ada kabar, aku langsung memberitahumu, hyung. Aku janji.”
Aku menatap punggungnya yang menghilang. Beberapa menit kemudian dokter datang dan langsung memeriksa keadaanku. Dia bilang aku perlu istirahat di rumah sakit sampai aku benar-benar pulih.
”Berapa lama, Dok?” tanya Hyung Joon.
”Mungkin dua minggu.”
”Khamsahamnida (terima kasih) Young Saeng-ssi.”
Dokter yang di panggil Young Saeng mengangguk. Lantas meninggalkan kami.
Hyung Joon menatapku. ”Kesembuhanmu juga penting, hyung. Aku pergi dulu.”
Aku mengangguk.

Dua minggu lebih kesehatanku baru pulih. Aku keluar dari rumah sakit. Namun keberadaan Hyun Ae baru ku temukan sehari kemudian. Dia di duga masih bersama laki-laki yang kini ku tahu bernama Kim Hyun Joong. Laki-laki yang di duga menembakku.
Hyung Joon memintaku bersabar menunggu. Membiarkan polisi yang menyelamatkannya. Tapi aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Bagaimana kalau terjadi hal-hal buruk pada Hyun Ae-ku.
Hyung Joon tak mau memberi tahu alamat Kim Hyun Joong itu padaku. Polisi belum tahu pasti, katanya. Mungkin benar, mungkin juga bohong.
Dengan kesal aku memacu mobilku. Menyusuri ruas jalan kota Seoul. Berharap, bisa menemukan sosok Hyun Joong di antara orang-orang yang ku lihat di jalan-jalan.
Nyaris putus asa. Namun angin malam membawa keberuntungan padaku. Sekitar tujuh meter dariku kulihat Hyun Joong menatap toko perhiasan. Memecahkan kaca jendela toko tersebut. Ia tampak mengambil sesuatu. Lalu melangkah pergi.
Aku mengikutinya di balik kemudiku.
Dia masuk ke sebuah rumah. Tak lama setelah dia masuk, lampu-lampu di rumah itu menyala. Apakah di sini tempat tinggalnya? Apakah Hyun Ae benar-benar ada di sana? Aku harap begitu. Jika tidak, aku tak tahu harus ke mana lagi mencarinya.

----End Jung Min POV----



-Kyu Jong POV-

Aku mencari rumah sakit yang merawat Jung Min. Kupikir dia di sana di rawat bersama Hyun Ae. Pistol yang ku persiapkan jadi tidak berguna ketika tahu di rumah sakit itu hanya ada dia. Di mana Hyun Ae? Apakah dia mati? Bukankah tembakanku hanya mengenai lengannya?
Aku tak sengaja mencuri dengar perkataan Jung Min dan seseorang. Orang itu bilang sedang menyelidikinya.
Ku dengar suara lagi. Sepertinya suara Jung Min.
”Apa kau tahu, Hyun Ae... dia.. seorang laki-laki membawanya saat kami terluka.”
Seorang laki-laki? Membawa Hyun Ae? Siapa? Ah, apakah dia ada hubungan dengan Hyun Ae?
Ku dengar sebuah jawaban.
”Tenanglah... Kalau ada kabar, aku langsung memberitahumu, hyung. Aku janji.”
Aku diam. Meninggalkan tempat itu sesaat kemudian.
Aku pastikan akan mengikuti laki-laki itu dan menemukan Hyun Ae.
Melewati jalan di atas sungai Han, dadaku berdesir. Teringat kembali tentang kenanganku bersama Hyun Ae. Kami yang hanya diam sambil menatap air sungai yang tenang.
Ketika malam merambat ia akan berbisik mengatakan, ”Oppa, aku harap aku bisa seperti bintang yang menyinari jalanmu.”
Tidakah ia tahu kalau kata itu mengakar hingga ke palung hatiku?
Suatu senja yang sangat indah, di tepi sungai yang sangat disukainya ia bertanya, ”Oppa... Apa arti Hyun Ae untukmu?”
SEGALANYA! Tidakkah ia dengar jawaban itu? Ia segalanya buatku. Lebih dari sekedar harapan dan cinta. Bersamanya aku hidup. Aku rela jadi apapun asal bisa bersamanya. Tapi kenapa? Kenapa ia membuangku????
Hyun Ae-ah...!!!!! WAEYOOOO???!!!!!, teriak hatiku.

I must have gotten ill from missing you so much
From loving you too much
Just one thing… your heart
That one thing
Can’t you just share it with me
Can’t you love me
(_____ by. ___)


Aku mengikuti jejak Jung Min. ia berputar-putar tanpa tujuan. Jangan-jangan ia tak tahu di mana Hyun Ae.
Aku memutuskan berhenti mengikutinya, tapi sikapnya justru menghentikan pikiranku. Aku menunggunya. Dan sepertinya dia menunggu laki-laki yang sedang berdiri di sebuah toko perhiasan.
Ia mengikuti ke mana laki-laki itu pergi. Begitu juga denganku.
Laki-laki itu masuk ke sebuah rumah. Lampu-lampu di dalam rumah tersebut terlihat menyala.
Jung Min menunggu di balik kemudinya.
Ku alihkan pandanganku ke rumah laki-laki tadi. Apakah Hyun Ae ada di sana?
---End Kyu Jong POV---

RCL ya chingu.... XD

No comments:

Post a Comment