Showing posts with label Memories of Rain. Show all posts
Showing posts with label Memories of Rain. Show all posts

Wednesday, December 22, 2010

Memories of Rain part 15

Memories of Rain
rewrite by Imah_hyunae
adapted of Bintang di Ujung Pelangi by Ben, Puspa Swara
====

Part 15

- Jul, aku pernah membenci hal-hal di sekitarku; panti, juga teman-teman. Aku memang ingin meninggalkan semuanya. Tapi, tahukah kau, Jul? Saat bertemu denganmu aku mulai mengerti bahwa tak seharusnya aku pergi. Karena di panti ini, ada kenangan bersamamu.

Aku menyadari, waktu yang tak bisa kuputar ulang meski kurindukan. Waktu yang tak bisa kembali lagi meski kuinginkan. Karena itu Jul... Kapan-kapan kalau kamu dan aku bisa duduk berhadapan, aku harap kita bisa bicarakan banyak hal seperti saat kita masih 8 tahun dulu. Aku pasti selamanya akan mengingat taman itu, hujan itu, angin itu, juga kita berdua.-

# Bintang saat kelas XI SMA

Bintang mendesah. Ditatapnya surat kaleng yang akhir-akhir ini selalu terselip di buku tulisnya. Ia benar ingin tahu siapa penulisnya.

" Surat kaleng lagi?" tanya Raras sambil duduk di depan Bintang. Bintang mengangguk.

Memories of Rain part 14

Memories of Rain
rewrite by Imah_hyunae
adapted of Bintang di Ujung Pelangi by Ben, Puspa Swara
====

part 14


Mata Bintang beralih pada pohon yang sering mereka panjat. Ia mendesah lalu memandang padang rumput yang jadi tempat mereka tiduran sambil memandang langit. Kolam kecil yang jadi tempat mereka main air sambil menikmati hujan turun dulu. Bintang kembali tersenyum mengingat kenangan manis itu.

'Jul, di manapun kamu berada, aku yakin kamu juga pasti tengah mengenangku. Aku janji akan menunggumu. Jadi, datang ya saat aku 17 tahun nanti. Jangan buat aku kecewa, Jul! Janji?' batin Bintang waktu itu.
***


" Woi, Tang!" tegur Raras.

Bintang terperanjat. " Ah?" sahutnya linglung.

"Jangan bikin takut dong! Dari tadi ngelamun terus! Kalau kesambet gimana?!" sewot Raras. Bintang hanya cengengesan.

- Jul, maafkan aku. Aku menjadikan Orion sebagai pengganti kamu walau ku tahu setiap teringat tentangmu aku sadar aku masih merindukanmu.-
***

Monday, December 20, 2010

Memories of Rain part 13

Memories of Rain
rewrite by Imah_hyunae
adapted of Bintang di Ujung Pelangi by Ben, Puspa Swara
====

part 13


Bunda menatap lekat sosok Bintang sambil merentangkan tangannya. Bintang tersenyum, lalu memeluknya.

Setelah puas bercengkrama, Bintang memutuskan jalan-jalan di sekitar panti. Ia ingin bertemu Julian di taman. Dalam pikirannya, Julian pasti terkejut.

" Mau ke mana, Nak?" teguran Bunda menghentikan langkah Bintang.

" Mau ketemu Julian, Bunda, hehe..."

" Ah, anak laki-laki yang baik itu?"

Bintang mengangguk.

" Kamu gak tahu kalau dia sudah pindah?"

Mata Bintang membulat. Napasnya tercekat. " Pindah, Bun?" ulangnya tertahan.

Bunda mengangguk tak tega. " Waktu itu dia pamit sama Bunda, sekalian minta alamat kamu. Bunda lupa nanya dia pindah ke mana. Bunda pikir dia ngasih tahu kamu..."

Hati Bintang serasa lemas. " Bintang ke taman dulu, Bun..." pamitnya lirih.

Bintang tiba di taman. Senyum sedihnya mengembang saat ia melihat ayunan yang pernah ia mainkan bersama Julian.

Sunday, December 19, 2010

Memories of Rain part 12

Memories of Rain
rewrite by Imah_hyunae
adapted of Bintang di Ujung Pelangi by Ben, Puspa Swara
====

part 12

-masih Bintang usia 8 tahun-

Bintang sekarang berada di dalam mobil. Air matanya terus mengalir. Orang tua barunya menghiburnya dan meyakinkannya bahwa mereka pasti ke sini lagi.

Julian terlihat berlari mencoba mengimbangi laju mobil sambil berteriak, "TUNGGU AKU! AKU PASTI TEPA TI JANJIKU, TANG! AKU PASTI DATANG BINTANG!!!"

Di mobik Bhntang menangis hebat.

-Jul, aku menyesal. Harusnya aku menjawab kalimatmu, bahwa aku pasti menunggumu datang. Jadi kau tak perlu ragu menepati janjimu-
***

# Bintang usia 12 tahun

Hari itu tanggal 3 Mei. Di sebuah mobil hitam yang melaju tenang, terlihat Bintang gelisah menuju sampai tujuan. Ia sengaja menggunakan libur semesternya untuk mengunjungi panti. Ia sudah terlalu kangen pada Bunda dan Julian.

Saat mobil berhenti, Bintang cepat melompat keluar. Ia menuju ruangan Bunda.
Wanita setengah baya itu terkejut sekaligus gembira.