There was an error in this gadget

Tuesday, September 27, 2011

FF "Heart" chap 9 -end-

Omo!!!! This is the end!!!! Title: Heart Genre: Romance Tokoh: 1. Lee Hyun Ae (tokoh utama/pembaca/siapa saja yang mau lah) 2. Kim Soo Ae 3. Park Yong Kyo (shbt Hyun Ae) 4. Jung Ji Hyun 5. Kim Hyun Joong 6. Jung Yunho 7. Kim Jae Joong 8. Lee Song Yi (sahabat Soo Ae) Chapter 9 Wish -Author POV- Hyun Joong kembali mengunjungi Soo Ae. Tapi hari ini agak berbeda. Suasana di rumah gadis itu tampak sepi. Hyun Joong mengetuk pintu dan memanggil Soo Ae. Tak ada jawaban. Dia mengetuk lagi, dan lagi-lagi tak terdengar jawaban. Hyun Joong lantas mengambil hpnya. Menghubungi Soo Ae. Tak ada jawaban lagi. Dengan cemas Hyun Joong melangkah keluar pagar rumah Soo Ae. Seorang tetangga yang kebetulan keluar rumahnya, Hyun Joong mendekat dan menyapanya. ”Annyeong omonim...” ”Ah, Annyeong...Temannya Soo Ae kan?” Hyun Joong mengangguk. Sebelum sempat bertanya aomonim itu langsung berkata. ”Kasihan sekali Soo Ae. Lagi-lagi harus di rawat di rumah sakit.” ”Dia... masuk rumah sakit?” Hyun bertanya nyaris tercekat. Omonim itu mengangguk. ” Aku khawatir dia tidak akan pernah kembali lagi.” Hyun Joong lalu bertanya di rumah sakit mana dia di rawat. @ rumah sakit: Hyun joong menatap kamar rumah sakit. Di dalam terlihat sekali banyak alat-alat yang tak di kenalnya terhubung dengan tubuh seseorang yang tengah terpejam tak berdaya. Hyun Joong membuka pintu dan melangkah perlahan. Di samping Soo Ae terlihat adiknya yang nomor dua menunggunya. Di sisi adik itu, ada seorang yang tak di kenalnya. Orang itu menatapnya. Sedikit terkejut mendapati Hyun Joong ada di kamar itu. ”Hyung?” tegur adiknya Soo Ae pada Hyun Joong. Taemin. ”Bagaimana keadaannya?” ”Kata dokter masa kristisnya sudah lewat.” ”Syukurlah...” ada sedikit kelegaan di matanya. ”Kau... temannya?” orang di samping Taemin bertanya. ”Nde. Hyun Joong imnida.” ”Ah, Yunho imnida.” Kali ini Hyun Joong yang terkejut. Jadi, dia mantan suami Soo Ae. Hyun Joong ingat Soo Ae pernah menyebutkan nama suaminya padanya. Mereka bersalaman. Untuk bberapa saat mereka terdiam. Taemin berinisiatif membelikan air untuk Yunho dan Hyun Joong. Sesaat setelah Taemin pergi Hyun Joong bertanya, ”Bagaimana kabar istrimu?” Yunho menatapnya. Lagi-lagi dengan tatapan terkejut. ”Dia yang cerita. Kalian bercerai, beberapa bulan kemudian kau menikah lagi. Dia ikut menengok?” Yunho menggeleng. ”Istrimu... tahu kalau kau ke sini?” Hyun joong menatapnya sesaat. Dia berpikir Soo Ae yang menceritakan tentang dirinya dengan Hyun Ae. Dia tersenyum. ”Anni. Tadi pagi aku baru tahu. Aku langsung kemari. Mungkin sore nanti aku akan mengajaknya.” jawab Hyun joong tak yakin. Yunho mengangguk. Sore harinya, seperti yan g dikatakan Hyun Joong, dia mengajak Hyun Ae. Hyun Ae sendiri terkejut mendengar teman terbaik suaminya tengah terbaring di rumah sakit. Dia sudah mendengar semua cerita tentang Soo Ae. Perceraiannya. Orang tuanya yang meninggal. Dan sakitnya. Dia harus menyingkirkan cemburu itu jauh-jauh. Soo Ae membutuhkan ornag-orang yang menyayanginya di sisinya. Menyemangatinya. Saat Hyun Ae dan Hyun Joong berkunjung sore itu, Soo Ae belum siuman. Dia masih terlihat pucat. Beberapa saat kemudian Yunho masuk. Hyun Ae sangat terkejut. Dia baru tahu bahwa ternyata mantan suaminya Soo Ae adalah Yunho. Ia merasa bersalah. Cukup lama mereka di sana, menatap Soo Ae yang masih tak sadar. Yunho keluar dari ruangan. Hyun Ae mengikuti. Wajahnya terlihat sedih. ”Oppa...” panggil Hyun Ae. ”Aku tak pernah bisa memberinya kebahagiaan...” lirih Yunho. ”Dia yang selalu tersenyum menyambutku. Selalu mendengarkan dengan antusias semua ceritaku. Selalu mendengar keluh kesahku. Tapi ke mana aku? Aku menyakitinya... meninggalkannya. Bahkan aku tak tahu kalau dia sakit!!” Air mata penyesalan Yunho mengalir ke pipinya. ”Aku ini apa??? Datang saat duka, dan menjauh darinya saat bahagia. Kenapa aku begitu buta?? Kenapa aku tak pernah melihat kalau dia terluka, sakit lahir dan batin!” Yunho terisak. Menundukkan wajahnya. ”Aku selalu mengejar bahagiaku. Tak pernah berpikir untuk memberi sedikt saja dari bahagia yang kupunya untuknya.” Yunho menangis tertahan. Sesegukan. Hyun Ae duduk di sampingnya. Yunho menoleh. Terlihat dengan jelas matanya memerah. ”Dia sakit. Sudah lama ia tahu sakitnya. Tapi kenapa dia menahannya sendirian?? Kenapa dia tidak memberitahuku??” ”Jika saja aku mengenalnya lebih dulu sebelum kau, aku pasti jatuh cinta padanya.” ”Mianhae oppa...” lirih Hyun Ae. ”Jika saja aku tahu kalau aku bagian dari orang yang menyakiti gadis sebaik dia, aku pasti tak akan meu bertemu denganmu oppa. Tak akan mau mengenalmu. Tak akan pernah bersahabat denganmu. Aku... seandainya aku tahu oppa, aku tak akan menerima pernikahanku dengan Hyun Joong.” Hyun Ae menangis juga akhirnya. ”Jika saja itu terjadi, Soo Ae pasti bisa bersama orang yang di cintai dan mencintainya.” Yunho terdiam. Mereka tak sadar bahwa sejak tadi Hyun Joong mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu. Dia tersandar di dinding. Syok karena Hyun Ae mengenal Yunho dan lebih syok lagi karena Hyun Ae bisa mengetahui bahwa dulu, dia pernah sangat mencintai Soo Ae. ”Mianhae...” ucap Yunho akhirnya. ”Aku sudah menyalahkanmu.” Hyun Ae hanya menggeleng. Hyun Joong masih terdiam di tempatnya. ’Bukan salahmu Hyun Ae. Seandainya aku tak mengutamakan gengsiku, bukan cerita kita tak akan begini,’ batinnya. Esok harinya Yunho dan Ji Hyun datang bersama. Hyun Ae dan Hyun Joong kembali datang. Mereka berdoa untuk kesembuhan Soo Ae. Tapi sayangnya, kondisi Soo Ae kembali kritis. Hyun Ae menyaksikan dua orang laki-laki di depannya menatap penuh kesedihan pada Soo Ae saat alat penunjuk denyut jantuk berbunyi nyaring. Mereka seperti di hempaskan ke bumi yang paling dalam. Dokter segera masuk. Memberikan pertolongan. Namun... kenyataannya berbeda. Soo Ae... wanita dengan hati seputih salju itu pergi. Dia meninggalkan orang-orang yang menyayanginya. Adik-adiknya, Yunho, Hyun Joong, Ji Hyun, dan... Hyun Ae... ”Kenapa dia seenaknya begitu?” Yunho bertanya dengan mata sembab. Metatap nanar pada sosok yang ditutupi kain putih. ”Dia datang kekehidupanku tanpa kuminta, lalu pergi sesukanya.” Ji Hyun, istrinya mengelus pundaknya yang tampak rapuh. You wait for me, but i can’t come To where you are crying You don’t know i keep hurting you Please just leave I miss you dearly, i missyou dearly I hate my self for missing you so much I want to cry, knelling down in front of you Hope that whole thing didn’t happened (Bogoshipda) -End- ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Huuaaaaa!!!!!!!!! TT__TT *author banjir air mata=lebay* Hiks..hiks...hiks.... aouthor stop sampai adegan ini aja ya...coz FF baru udah mendesar pengen di tulis lagi di komputer, hehehe XDXDXD cu di FF berikutnya, hahai *promo again* Coment and like ya.... XDXDXDXD

No comments:

Post a Comment