There was an error in this gadget

Tuesday, September 27, 2011

FF "Heart" chap 6

Annyeonghaseo chingu..... kali ini saya menghadirkan sosok Soo Ae yang sesunggungnya *di dunia FF tentunya* Langsung saja, hehe...... Title: Heart Genre: Romance Tokoh: 1. Lee Hyun Ae (tokoh utama/pembaca/siapa saja yang mau lah) 2. Kim Soo Ae 3. Park Yong Kyo (shbt Hyun Ae) 4. Jung Ji Hyun 5. Kim Hyun Joong 6. Jung Yunho 7. Kim Jae Joong 8. Lee Song Yi (sahabat Soo Ae) Chapter 6 Memories -Soo Ae POV- Pernahkah dirimu merasakan kehilangan yang amat dalam? Rasanya seperti di hempaskan ke jurang yang dalam, curam, dan gelap. Sendiri tak berteman. Itulah yang kualamai. Ngilu rasanya hingga menjalar ke seluruh tubuh saat kehilangan itu merasuk hingga ke palung hati. Bahkan kadang jerit kehilanganku tidak bisa didengar oleh orang lain dan juga aku karena terlalu dalam. Namaku Kim Soo Ae. Aku perempuan biasa yang amat-sangat biasa. Aku mengakrabi kelelehan. Sejak kecil aku terbiasa di kalahkan bahkan mengalah untuk kepentingan orang lain. Aku terlahir bukan dari keluarga kaya. Aku sulung dari 4 bersaudara. Aku sudah diabiasakan mengalah untuk ketiga adikku dan bekerja keras untuk membantu pendapatan keluargaku. Aku menjalaninya tanpa protes. Bahkan ketika remaja, aku tak sempat protes ketika tak punya waktu untuk mengenal cinta. Hari-hariku telah penuh oleh kerja sambilan dan belajar. Menerima ketikan dan les privat, bahkan menerima pesanan jahitan. Rasanya hidupku sudah cukup rumit apalagi harus di tambah dengan seorang kekasih. Tapi, cinta itu datang tanpa diminta. Ia hadir begitu saja. Merajai hati tanpa bisa dikalahkan. Dan cintaku jatuh pada seorang laki-laki bernama Kim Hyun Joong. Laki-laki itu adalah temanku dari SD. Mungkin karena bersama itulah kami menjadi akrab. Dia menganggapku adiknya karena dia anak tunggal. Dan kami tak pernah membicarakan cinta. Sebagai panggilan akrab dia memanggilku Soo-ie dan aku memanggilnya Hyunnie. Yah, benar, aku mencintainya tanpa memperlihatkan rasa cinta yang menyesakkan itu padanya. Aku hanya ingin dia ada di sisiku. Aku bahkan mengalahkan hatiku sekuat tenaga saat teman-temanku ramai jatuh cinta padanya. Aku sadar, aku tak mungkin bia mengalahkan mereka. Diriku, terlalu biasa untuk di cintai seorang laki-laki, apalagi dia. Aku tetaplah aku. Terhenti di sini. Dengan rasa ini. Terus berusaha mematikan perasaan itu -meski gagal- dalam kesibukan. Aku tahu aku sering ditertawakan oleh teman-teman yang lain karena mengulang-ulang baju yang sama. Aku harus sedemikian irit. Hari terus berlanjut. Aku tetaplah seorang manusia yang tak patas di lirik meski kepandainku selalu menngundang decak kagum juga cemoohan. ”S2? Sekarang mengejar S3? Omo!!! Siapa yang mau dengan perempuan pintar? Bukankah laki-laki suka yang cantik?” ”Untuk apa pintar kalau wajah masih standar? Bukankah tetap tidak akan dilirik.” ”Laki-laki lebih suka perempuan yang enak di pandang. Bagaimana kalau di kantor suaminya nanti ada yang cantik, sedangkan dia di rumah tidak menarik sama sekali!” Aku menyadari siapa diriku. Bahkan Hyunnie oppa sendiri bilang, ”Cantik bukanlah yag utama, minimal enak dipandang...” Hatiku menjerit. Siapa yuang sudi mengatakan bahwa aku enak di pandang? Kulit kering dan kusam, hidung pesek, rambut kusut tak terawat, wajah penuh jerawat, mata sipit dan kurus. Aku hanyalah aku, selalu ada di sisi Hyunnie di saat susah dan senangnya. Aku adalah aku, yang terus mencintainya tanpa suara. Suatu hari umma menawarkanku seorang calon suami. Aku menerimanya tanpa banyak pertimbangan. Aku yang etelah letih menunggu akhirnya menikah dengan seseorang yang baru kulihat saat lamaran. Dia tampan, punya mata bulat yang menurutku membuatnya terlihat seperti anak kecil. Dia imut sekalai saat tersenyum. Dan sejak malam itu aku belajar mencintainya. Tapi, setahun kemudian dia pergi. Dia memilih orang lain. Aku remuk, tak berbentuk. Selama masa-masa berat itu aku melewatinya soerang diri. Anehnya, aku selalu ada di masa-masa sulit Hyunnie oppa. Orang melihatku bagai perempuan tak berpamrih. Bahkan, ketika Hyunnie oppa bertunangan dengan Hyun Ae yang sangat cantik, aku tak kecewa. Justru mendoakan kebahagian untuk mereka. Aku mengalah demi sebentuk cinta yang lain. Persahabatan. No metter how much i want to, The person i can’t see Trying to think of you, trying to thik of you As a dim figure appears No matter how much i try I’m still a helpless person (Sometime by SS501) -flashback- ”Soo-ie, aku... akan bertunangan besok...” Hyunnie oppa berkata padaku hari itu. ”Jeongmal? Dengan Hyun Ae kan?” ”Mmm...” dengan lemah dia mengiyakan. ”Oppa... tidak bahagia?” ”Entahlah...” ”Dia kan cantik? Putih seperti putri salju. Pintar. Kaya. Dan senyumnya manis sekali. Jika aku laki-laki, aku pasti jatuh cinta padanya.” Hyunnie oppa terdiam cukup lama.. ”Kami... di jodohkan. Bagaimana kalau dia tidak ingin bersamaku?” ”Jangan takut oppa. Aku mendukungmu!” ”Kau... mendukungku?” ”Wae? Bukankah itu yang selalu kulakukan untuk oppaku?” Dia menggeleng. ”Bukan untukku saja. Kau selalu memikirkan orang lain. Tidakkah... kau berpikir untuk mencari kebahagianmu sendiri?” Aku menggigit bibir bawahku. ”Aku bahagia jika orang-orang yang kucintai bahagia oppa.” Dan suaraku menghilang di bawa angin senja. Dan malam demi malam berlalu. Kulewati bersama alunan lagu dari dbsk yang sesuai dengan keadaanku. Why have I fallen for you? No matter how much time passes, I thought that you would always be here But you chose a different road Why wasn't I able to convey to you? (Why Have I Fallen For You by DBSK) -end flashback¬- Kemudian, pernah suatu hari Hyunni oppa mentag fotonya bersama tunagannya ke face bookku .sekaligus mengundangku di cara pernikahannya. Dia terlihat bahagia. Di kementar dia menulis, ’mungkin ini komunikasi kita yang terakhir Soo-ie’. Tak masalah. By your side, I'll become a tree, I'll give you a place to rest, I'll be your guiding light, And wait for you, Nothing better than that (Nothing Better by DBSK) Tepat di hari pernikahannya aku datang. Tersenyum dan berdoa untuknya. Namun segera menghilang sebelum acara foto-foto bersama teman kedua mempelai. Aku sudah bagian dari masa lalunya, jadi kurasa tak berhak ada di album pernikahannya. Dia benar-benar menghapusku. Karena setelah hari itu dia tak pernah menghubungiku lagi. Aku menangis tertahan. Dia berpura-pura tidak melihatku saat dia sendiri atau bersama Hyun Ae. Akupun begitu. Sakit. Perih. Inilah aku. Terkunci di sebuah kotak dan tak bisa keluar, kotak itu bernama kenangan. ----enh Soo Ae POV---- ----------------------------------------------------------------------------------------------------- Soo Ae memang menjadi sentral FF saya di chapter ini. ottokhe??? Kalian merasakan sakit hatinya yang amat sangat?? Saya merasakannya TT.TT RCL ya…. Dan….Siapkan hati kalian untuk chapter berikutnya. XDXDXD

No comments:

Post a Comment