There was an error in this gadget

Tuesday, September 27, 2011

ff "Heart" Chap 3

Hm.... sudah masuk Chapter 3. Kira-kira akan jadi berapa chapter ya? ^_^a Nikmatilah cerita ini dengan sabar. Akan ada kejutan beberapa saat lagi. Bersiaplah!!!! Title: Heart Genre: Romance Tokoh: 1. Lee Hyun Ae (tokoh utama/pembaca/siapa saja yang mau lah) 2. Kim Soo Ae 3. Park Yong Kyo (shbt Hyun Ae) 4. Jung Ji Hyun 5. Kim Hyun Joong 6. Jung Yunho 7. Kim Jae Joong 8. Lee Song Yi (sahabat Soo Ae) Chapter 3 My feel -still Hyun Ae POV- Jam tiga sore duplikat Ji Hoo datang. Aku enggan menyebut namanya karena itu membuat napasku sesak. Dia menjemputku dengan dandanan yang santai, tapi tetap membuatku terpukau. Tiba di taman, kami berjalan-jalan, seperti dua orang teman, aku membuat jarak. Dia seolah mengerti dan tak ingin memaksa mendekat. Ketika lelah, dia membelikan minuman soda dingin untukku dan untuknya. Kami minum sambil duduk di kursi taman tersebut. Dia lebih banyak menceritakan tentang dirinya. Tentang pekerjaannya. Tentang keluarganya, saat kami berjalan-jalan tadi. Dan sekarang, saat kami duduk di kursi ini, aku mengetahui bahwa kami punya selera yang sama, dari lagu, buku, drama, juga film. Chemistry-nya sudah dapat kata orang. Aku rasa, aku menyukainya. Caranya bicara, caranya tersenyum, caranya tertawa, caranya berjalan, dan caranya memanggil namaku. Aku menyukai semuanya. Dia tak hentinya mengukirkan sebuah senyum di bibir dan hatiku. Bisakah aku mencintainya? Menggantikan posisi ’dia’ yang selama ini masih bertahta di dasar sana? Atau aku telah jatuh cinta padanya?!! Sebuah gelengan kecil kudapatkan dari palung hatiku. Kami telah bertunangan. Di percepat satu minggu, karena appa melihatku cukup akrab dengannya. Dia takut aku berubah pikiran. Benar. Sekarang sebuah cincin putih berukirkan namanya melekat di jari manis kananku. Aku tahu setiap melihat cincin itu aku tersenyum. Aku tak merasa kesal sama sekali. Apakah hatiku mulai terbuka? I wanna love you i wanna with you Can you feel it, my feeling Come to me, come a little bit closer and take my heart away (Lovely Day by Park Shin Hye ost. You are Beautiful) Aku sedang menatapnya yang memainkan pianonya di depanku. Dia menyanyikan lagu Haeng Bok Ee Ran. Lagu kesukaanku, yang juga kesukaannya, yang sudah sering dimainnnya di depanku berulang kali. i can't know what happiness is there can't be a happiness without you offering up all of this life, i love you devoting all of this life, i love you forever just don't do farewells.. just be by my side there can't be a happiness without you i now know that love is an important thing there can't be love without you offering up all of this life, i love you devoting all of this life, i love you forever just don't do farewells.. just be by my side there can't be love without you be by my side Aku sering main ke rumahnya sejak kami bertunangan. Appa dan ummanya yang meminta. Katanya biar saat menikah nanti sudah terbiasa. ”Aishh... bosan! Lagunya itu lagi,” protesku akhirnya. ”Wae? Bukannya kau bilang suka chagiya...” dia kadang memanggilku dengan chagiya. Dan itu selalu sukses membuatku blushing! ”Tapi tidak perlu diulang terus kan?” Dia tersenyum menatapku. Aku memalingkan wajahku. Malu! ”Arrasso. Kalau yang ini?” Dia memainkan nada lagu ’begin’. ”Suka.” Dan dengan bahagia dia menyanyikan lagu itu. It's okay to cry at times when you want to Don't be unreasonable When a tear dries up, a smile will light up your face Look, you are already laughing The future is confusing But we are not defeated, we desire courage Every day and night with you I take your hand Every day every night everywhere Now we feel connected and verified Now, let the story begin You turn away to avoid my intentions But I like you When we are separated, we can share something Yes..if we have these feelings I cannot say "goodbye" to yesterday The unsteady hours are wasted Every day and night with you The heat and sparks form without cooling down Every day every night everywhere Now our contact increases Now, you and I begin I am like reality, (Baby I need your love, need your touch) (Oh baby I need your love, need you touch, baby) In the darkness of the night I am scared, (You tell me now) But I'm not alone Every day and night with you I take your hand Every day every night everywhere Now we feel connected and verified Now, let the story begin Every day and night with you The heat and sparks form without cooling down Every day every night everywhere Now our contact increases, Now, you and I begin. (Begin by DBSK) “Oppa... bukankah sudah saatnya kau kembali ke kantor?” Aku tidak tahu sejak kapan aku bersedia memanggilnya ‘oppa’. Mungkin sejak kami bertunangan. “Senangnya... kau tahu jadwal kerjaku.” ”Bukannya oppa yang bilang padaku bahwa pukul 1 akan kembali ke kantor lagi?” Dia tersenyum. Mengubah posisi duduknya dari menghadap piano menjadi menghadapku. ”Hyun Ae-ah.... apa kau bahagia?” Aku diam. Tak bisa menjawab. Aku masih belum yakin dengan perasaanku. ”Mian kalau tidak bisa membuatmu bahagia.” Aku menggeleng. Bukankah aku yang harusnya minta maaf karena belum berani membalas perhatiannya dan juga...perasaannya? ”Aku pergi dulu.” katanya. Dia berdiri kemudian. Aku mengantarnya hingga pintu depan. Dia berdiri di depanku. Kemudian. Chup! Sebuah kecupan mendarat di pipi kiriku. Ah, seerti pasanagn suami istri rasanya. Aish... apa yang kau pikirkan Hyun ae-ah!!! Aku tahu wajhaku sudah memerah seperti tomat matang sekarang. ”Aku janji aku segera pulang,” katanya lalu pergi. Aku mengangguk dalam keadaan tertunduk. *hehehe (suara hati aouthor)* Mobilnya melaju meninggalkanku. Tinggal aku sendiri dan beberapa pelayannya di rumah ini yang tertinggal. Appa dan ummanya sedang pergi ke Australia, mengurus bisnis mereka di sana. Aku malas pulang karena appa dan ummaku juga sedang tidak ada di rumah, mereka sedang mengunjungi karyawan terbaiknya yang sakit di luar kota. Aku duduk di ruang tangah. Memainkan piano dengan asal. Bosan, aku mengambil gitar, baru kutahu dia juga bisa memainkan alat musik ini dua minggu yang lalu. Bosan main gitar, aku memutuskan untuk berkeliling rumah. Memperhatikan kegiatan pelayan yang hilir mudik membersikah suam sudut rumah itu. Aku berhenti di taman belakangnya yang cukup luas. Mengamati pemandanganya. Lagi-lagi karena bosan aku memutuskan masuk ke dalam. Kali ini aku putuskan ke kamar Hyun Joong. Dia mengijinkanku masuk ke dalamnya sejak kami resmi bertunangan. Aku baru ada keberanian masuk ke dalam akhir-akhir ini, dan itupun jika dia tidak ada. Kulihat seorang pelayan sedang membersihkan kamarnya. Saat aku masuk dia tersenyum. Aku duduk di depan meja dekat tempat tidurnya. Kulihat laptopnya. Aku mengambil hpku dan mengirim sms padanya. ”Oppa, boleh aku pinjam laptopmu?” Dibalasnya beberapa detik kemudian. ”Tentu.” ”Boleh aku online?” ”Lakukanlah. Tidak perlu minta ijin padaku.” Aku tersenyum. Kubalas. ”Gomawo oppa ^^” ”Sama-sama chagiya ^^” Senyum lebarku mengembang. Aku menghidupkan laptopnya. Membuka blogku, cek email, membuka twitter, kemudian membuka plurk. Karena sepi aku memutuskan membuka facebook. Hm... ini kan milik seseorang yang kukenal, siapa lagi kalau bukan Hyun Joong oppa. Sepertinya dia lupa log out. Foto profilnya adalah fotonya yang sedang bersandar pada sebuah dinding, dengan gaya cool dia meanatap kamera. Wah-wah, dia cocok juga kalau jadi model. ^.^ Iseng, aku membuka fotonya. Siapa tahu aku menemukan foto menakjubkan yang masih disimpannya. Kulihat ada foto dia di luar negeri. Sendiri. Dengan macam-macam pose. Wah, narsis juga, hihihi... Aku buka album yang bertuliskan ’chingu (teman)’. Penasaran, seperti apa temannya dulu. Seperti teman-temanku, ada yang aneh, lucu, tegang kalau di foto, ada yang narsis. Rata-rata cowok. Kalau ada ceweknya cuma saat dia berfoto ramai-ramai dengan temannya yang lain. Tidak banyak. Apa dia tipe cowok yang sulit jatuh cinta ya? Aku terus melihat ke foto selanjutnya hingga.... Sebuah foto Hyun Joong bersama seorang perempuan. Berseragam SMA. Hanya mereka berdua di foto itu. Nama foto itu ’my secret friend’. Jantungku terasa berhenti berdetak. Apa maksudnya? Am I finally alright now? This is what they ask me, I look so pained, my tears seep through my two hands. (Don’t Cry My Love by DBSK) Kubaca, di bawahnya Hyun Joong menulis komentarnya. ”Soo-ie. Aku memanggilnya begitu saat sma. Teman, bukan, lebih dari sekedar teman dan sahabat, lebih tepatnya belahan jiwa terbaik yang pernah kumiliki. Dia baik, pintar, aktif, periang dan sangat tulus. Soo-ieku yang tidak pernah ngambek sekalipun. Soo-ie yang selalu ada saat aku butuh. Soo-ie... Tetaplah ada untukku.” Aku termenung. Soo-ie. Apakah itu panggilan akrabnya untuk gadis ini? Aku kembali membaca komentar di bawahnya. Tertulis sebuah nama ’Kim Soo Ae’. ”Hyunnie oppa teman seangkatanku dari SD sampai S2. Omo! Betah sekali ya berteman dengannya? Of course! Karena dia seperti oppaku sendiri. Kebetulan dia tidak punya saudara, maka dia menganggapku seperti dongsaeng(adik)nya. Ups, tidak juga kurasa. Karena kadang, aku yang lebih dewasa, hehehe... Hyunnie orangnya pintar, baik, pendiam, dan... beberapa sunbei perempuan di sekolah, bahkan junior mengatakan bahwa dia... tampan! Menurutku? Umm.... kurasa pendapatku tidak penting.” Aku tertawa pahit. Kubaca komentar Hyun joong di bawahnya. ”Ya!!! Siapa bilang aku pendiam? Siapa bilang pendapatmu tidak penting? Buatku pendapatmu amat-sangat pengting! Arrasso??” Balasan Soo Ae ”Nde, Hyunnie oppa. Arrasso... ah,mau pinjam novel. Aku baru beli.” ”Jeongmal? Bisa kau bawa nanti?” ”Sure!” ”Gomawo... ^.^ oh, ya, kenaapa kemarin tidak masuk?” ”Sama-sama hyunnie oppa ^^ kemarin? Biasa...sakit ^^;; tapi hari ini sudah sembuh.” ”Ah... syukurlah. Kalau kau sakit jangan lupa bilang padaku. Membuatku khawatir.” ”Hyunnie oppa khawatir padaku? Ah, senangnya. Gomawo oppa, karena sudah mengkhawatirkanku ^^” ”Tentu aku mengkhawatirkanmu! Bagaimana mungkin aku tidak peduli dengan twinmateku?!” ”Haha... oppa, jangan marah. Kalau marah, tak akan ada yang menyubutmu tampan lagi nanti! :D” ”Jika kau menganggapku tampan, aku tak peduli pendapat orang lain.” ”aish.... arrasso... Hyunnie oppa. Saranghae...Cu!” ”saranghae soo-ie. Cu 2 ^^” Aku lemas seketika. Kepalaku terasa berputar-putar. Perih memenuhi perut, kerongkongan dan hatiku. Mataku berkunang-kunang. Sembab. Rasanya, meteor besar menjatuhi tubuhku! Even though I wanted to believe that that smile was just for me It probably isn’t, right? But still Just maybe What if I meet you first No, if I didn’t know you These thoughts are useless For I’m already living in the deeply set times of you (What If by Super Junior) Aku menangis seketika. Jika dia punya pilihannya sendiri, kenapa memutuskan bertunangan denganku. Berkata dengan yakin bahwa akan menikahiku! Kenapa dia tidak memilih menikah dan hidup bahagia dengan Soo-ie-nya. Menyebalkan!!! Mungkinkah orang tua kami salah menjodohkan kami? Kalau di hatinya sudah ada tempat dan itu hanya untuk Soo-ie-nya, untuk apa memaksa bersamaku? Kenapa tidak berusaha keras agar dia bisa bersamanya? Kawin lari kalau perlu! Untuk apa coba dia membohongiku dengan bilang aku selalu hadir di mimpinya? Bukankah... Lee Hyun Ae dan Kim Soo Ae dua orang yang berbeda. Wajah kami juga tidak mirip! Akh....kenapa juga aku mulai membuka hati untuknya? Hyun Ae pabo! Jelas-jelas dia membohongimu! Aishh... coba waktu pertunangan it aku kabur saja! Pergi ke mana saja, sejauh mungkin. Kalau perlu ke kutub Selatan. Sekalian mati beku! Kuseka air mataku. Perlahan aku berdiri dari dudukku dan melangkah. Tepat di depan pintu kamar sosok itu datang. Aku baru sadar kalau hari sudah malam. ”Hyun Ae-ah...” panggilnya. Aku diam tak menjawab. Dia menatapku. Bingung. ”Kau menangis?” ia bertanya dengan cemas. ”Wae?” ”Aku mau pulang!!” kataku lalu melewatinya dengan kasar. Dia terkejut, langsung menarik lengan kiriku. ”Ada apa? Apa aku punya salah? Jika ’ya’, aku minta maaf.” ”Bagaimana kau bisa minta maaf jika kau tidak tahu kesalahanmu??!!!” Aku membentaknya. Dia lagi-lagi menatapku. Terkejut. ”Kenapa...” Aishh... aku mulai terisak. Sebegitu kesalkah mengetahui di hatinya pernah bahkan mungkin hingga saat ini ditempati orang lain? ”Kenapa oppa bertunangan denganku padahal oppa tidak mencintaiku?!” Dia menghela napas. ”Aku belajar mencintaimu, Hyun Ae-ah... mungkin sekarang Aku ’belum’ mencintaimu, tapi bukankah aku sudah bilang, aku benar-benar menyukaimu sejak pertama kali melihatmu? Terlebih kau sering hadir di mimpiku...” ”Aku tidak butuh gombalanmu!!!” kembali aku membentaknya. Melepaskan genggamannya. ”Aku ingin pertunangan kita BATAL!!!” ucapku kemudian berbalik. Meninggalkannya. Beberapa langkah aku berlari, kurasakan seseorang menarik dengan kuat, membawaku kepelukannya. Lembut dia mengusap rambutku. ”Aku tidak menggombalimu,” bisiknya di telingaku. ”Aku bukan orang seperti itu. kau memang benar-benar hadir di mimpiku, Hyun Ae-ah. Sering sekali.” Without words tears fall Without words my heart breaks down Without words I wait for love Without words I hurt because of love I zone out, I become a fool because I cried.. (Without a Word by Jang Geun Suk ost You Are Beautiful) Aku sesegukan dipelukannya. Entah kenapa rasanya nyaman sekali. Seperti menemukan sekuntum bunga yang hilang sejak lama. -----End Hyun Ae POV----- -Hyun Joong POV- Aku mengejarnya. Sekuat tenaga menarik lengannya dan membawanya ke pelukanku. ”Aku tidak menggombalimu,” bisikku di telinganya. ”Aku bukan orang seperti itu. kau memang benar-benar hadir di mimpiku, Hyun Ae-ah. Sering sekali.” Kurasakan dia sesegukan. Hyun Ae-ah. Mianhae... aku janji tak akan membuatmu menangis lagi. While crying, I’ll be a towel absorbing your tears I will promise you I will live while my eyes only seeing you I will promise you I will live while my arms embracing you From I awake in the morning until I fall asleep I’ll only think of you (Promise by AN Jell ost You Are Beautiful) -----End Hyun Joong POV---- Diluar hujan turun dengan lebat. Karena itu Hyun Joong tidak bisa mengantarkan Hyun Ae pulang. Mereka makan malam bersama di rumahnya, dengan selera makan seadanya. Kemudian dia mengantarkan Hyun Ae ke kamar tamu. Hyun Ae berbaring di tempat tidur kamar tamu itu. Menutupi tubuhnya dengan selimut. Sedang Hyun Joong, dia duduk di samping ranjang membaca buku, sekaligus menemaniku. Pintu kamar dia biarkan terbuka dan lampu kamar dia biarkan menyala. Dia seolah berusaha membuat Hyun Ae merasa nyaman karena dia ada di sampingnya. Sepertinya, dia berhasil melakukannya. ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Wow..... bagaimana selanjutnya??? Tunggulah dengan sabar :D RCL ya chingu...?????

No comments:

Post a Comment